Senin, 17 Maret 2014

3 PRODUK/JASA DENGAN REVENUE STREAM YANG BERBEDA



 Kreasi T-Shirt.

-Value Proposition 
Menyediakan T-shirt dengan bahan 30s cotton combat bisa di request sesuai pesanan.

-Customer Segment
Pria dan wanita,Anak muda / remaja,biasanya untuk kado dan hadiah.

- Revenue Stream
Harga 1pcs t-shirt : Rp.  100.000,-
Harga 2pcs (couple) : Rp. 210.000,-







Bisnis Rental Musik
Rental Band adalah tempat dimana anak – anak band berlatih band. Usaha ini menguntungkan dalam jangka panjang , tinggal sebagus apa alat band yang kita miliki (di rental ) Apabila punya rumah sendiri lebih baik kita rubah rumah kita menjadi rental band , karena akan mengurangi pengeluaraan dan menambah penghasilan.
Di jaman yang modern ini sangatlah diminati oleh anak – anak muda dan setiap kehadirannya selalu di padati oleh anak – anak band yang mau menyewanya.
Rental band buka dari jam 10 pagi dan tutup jam 10 malam Setiap jam penyewa diharuskan bayar Rp. 15.000 biasanya tempat ini kosong ( tidak ada yang memakai sekitar ) 1 sampai 2 jam perhari. Jadi setiap hari tempat ini dipakai sekitar 10 sampai 11 jam 

perhari     :Rp. 15.000 x 10 = Rp. 150.000

Perbulan  :Rp. 150.000 x 30 = 4.500.000

Beban perbulan :

Upah karyawan           : Rp. 600.000
Bayar listrik                 : Rp. 100.000
Sewa tempat               : Rp. 500.000
Biaya service               : Rp. 200.000
telekomunikasi            : Rp.    50.000

Keuntungan bersih per bulan : Rp.3.050.000












Bisnis Bolu Kukus
Produk
Usaha ini bergerak di bidang produksi yaitu pengolahan dan pemasaran bolu kukus. Konsep bisnis ini menjual bolu kukus yang masih fres dan berkualitas tinggi. Selain rasanya enak, bolu kukus ini juga bisa dijadikan sebagai pengganti nasi saat lapar, karena mengandung karbohidrat dari tepung terigu.
Pangsa Pasar
Pangsa pasar yang kami tujukan yaitu mahasiswa. Tempat yang akan direncanakan untuk usaha ini yaitu di kampus dan sekitarnya.
Lokasi Usaha
Tempat yang akan direncanakan untuk usaha ini yaitu di kampus  dan sekitarnya. Pertimbangan kami memilih lokasi tersebut yaitu:
Ø Lokasi ini strategis, karena merupakan pusat kegiatan mahasiswa.
Ø Lokasi dekat dengan perumahan penduduk dan tempat kost para mahasiswa.
Strategi Pemasaran
Berikut ini adalah strategi pemasaran yang kami lakukan :
1.        Kebijakan Produk
Usaha ini bergerak di bidang produksi, yaitu bolu kukus. Bisnis ini menjual produk berupa bolu kukus yang memiliki cita rasa yang enak tidak kalah dengan bolu kukus lainnya.
2.        Kebijakan Harga
Harga masih merupakan faktor yang perlu mendapat perhatian khusus agar pangsa pasar yang dituju dapat dicapai karena sesuai dengan tingkat pendapatan  mereka. Oleh karena itu kami menawarkan harga yang cukup terjangkau oleh masyarakat khususnya mahasiswa dengan  harga mulai  Rp 1500,-.
3.        Kebijakan Promosi
Untuk meningkatkan pangsa pasar maka perlu dilakukan Promosi, bentuk promosi yang akan kami lakukan antara lain memasarkan produk langsung ke calon pembeli.


Selasa, 04 Februari 2014


بسم الله الرحمن الرحيم



Explanation Business Model Canvas


 With Syahputra Wendy
Perkenalkan Saya Bloger Wendy haris syahputra dari teknk komputer unversitas sriwijaya ingin coba menjelaskan tentang bisnis model canvas. Saat ini banyak yang membahas soal BMC, Business Model Canvas. Bentuk dari BMC memang macam-macam, bamun karena namanya canvas, secara prinsip, hal itu dibuat dalam satu lembar kanvas atau kertas yang bisa secara langsung menggambarkan model bisnis yang hendak kita lakukan. Namun apakah itu BMC? BMC dengan business plan itu berbeda. Lalu di mana bedanya? Secara sederhana, bisnis model itu adalah  penjelasan mengenai bagaimana bisnis Anda menghasilkan uang. “A business model is how your business makes money”. Misalnya, Anda punya sapi dan bagaimana cara Anda bisa menghasilkan uang dengan sapi Anda itu? Atau, Anda punya mobil di rumah, bagaimana menghasilkan uang dengan mobil tersebut? Cara menghasilkan itu yang dituangkan dalam bisnis model. Semakin inovatif, maka bisnis model antara satu orang dengan orang lain berbeda. Misalnya, kalau punya mobil, bisa saja yang satu akan dibuat untuk usaha antar jemput, sementara yang lain dibuat untuk jualan kaos distro di jalan, atau mungkin dibuat tempat iklan, yang lain mungkin dibuat kursus mengemudi. Jadi ini tergantung ide bisnisnya dan mengubahnya menjadi sebuah peluang. Bedanya dengan business plan adalah sebuah panduan bagaimana melaksanakan agar bisnis itu bisa berjalan dan tercapai, tentunya harus disertai dengan tujuan bisnis serta alasan bahwa bisnis ini layak dan bisa untuk dilakukan. Jadi, kalau model bisnis adalah tentang bagaimana cara bisnis Anda menghasilkan uang, rencana bisnis (business plan) adalah pernyataan yang berisi tentang penjelasan usaha yang mau dilakukan, ada riset pasarnya, rencana keuangannya, rencana operasionalnya, rencana manajemen dan pemasarannya. Business plan lebih kompleks.Elemen pertama dari kanvas model bisnis, yaitu :- Customer Segment. Dalam menjalankan roda bisnisnya, pertama-tama organisasi harus menetapkan siapa yang harus dilayani. Organisasi dapat menetapkan untuk melayani satu atau lebih segmen. Penetapan segmen ini akan menentukan komponen-komponen lain dalam model bisnis. Buku ini mencontohkan dua stasiun televisi yang melayani segmen audiens berbeda, memberikan proposisi nilai yang berbeda. Di sini juga disajikan contoh tiga organisasi penerbangan yang melayani tiga segmen yang berbeda.-Elemen kedua dari BMC, yaitu Value Proposition.Value Proposition adalah manfaat yang ditawarkan organisasi kepada segmen pasar yang dilayani. Tentu saja, value proposition akan menentukan segmen pelanggan yang dipilih atau sebaliknya.Value proposition juga akan mempengaruhi komponen lain seperti Channel dan Customer Relationship. Buku ini menyajikan contoh kreativitas perusahaan ritel di Indonesia dalam menciptakanValue Proposition.-Elemen ketiga dalam BMC, yaitu Channels. Channels merupakan sarana bagi organisasi untuk menyampaikan Value Proposition kepada Customer Segment yang dilayani. Channel berfungsi dalam beberapa tahapan mulai dari kesadaran pelanggan sampai ke pelayanan purna jual. Dua elemen lain yang harus diperhitungkan secara cermat dalam membuat model Channel adalah Value Proposition dan Customer Segment. Buku ini menyajikan sebuah perusahaan konsultansi manajemen dan operator telepon seluler sebagai contoh penetapan Channel yang kreatif.-Elemen keempat BMC yaitu Revenue Stream. Revenue Stream merupakan komponen yang dianggap paling vital. Umumnya organisasi memperoleh pendapatan dari pelanggan. Meskipun demikian banyak organisasi bisa membuka aliran masuk pendapatan dari kantong bukan pelanggan langsung. Buku ini menyajikan contoh organisasi ritel, jasa pengelola jalan tol, dan media penciptaan aliran pendapatan secara kreatif.-Elemen kelima dari BMC yaitu Customer Relationship, yaitu cara organisasi menjalin ikatan dengan pelanggannya. Menjaga Buku ini menyajikan sebuah contoh perusahaan infrastruktur, jasa tranportasi darat, dan jasa hotel untuk menunjukkan bahwa model hubungan dengan pelanggan perlu didesain secara kreatif.-Elemen keenam dari BMC, yaitu Key Activities. Key Activities adalah kegiatan utama organisasi untuk dapat menciptakan Proposisi Nilai. Buku ini menyajikan contoh model Key Activities perusahaan penyedia energi listrik dan manufaktur mobil di Indonesia.-Elemen ketujuh dari BMC, yaitu Key Resources. Key Resources adalah sumber daya milik organisasi yang digunakan untuk mewujudkan proposisi nilai. Sumber daya umumnya berwujud manusia, teknologi, peralatan, channel maupun brand. Buku ini menyajikan sebuah contoh perusahaan penerbangan yang fenomenal dalam memanfaatkan sumber daya yang dimiliki untuk memberikan nilai yang dijanjikan kepada pelanggan.-Elemen kedelapan yaitu Key Partnership. Key Partnership merupakan sumber daya yang diperlukan oleh organisasi untuk mewujudkan proposisi nilai, tetapi tidak dimiliki oleh organisasi tersebut. Pemanfaatan Key Partnership oleh perusahaan dapat berbentuk outsourcing, joint venture, joint operation, atau aliansi strategis. Buku ini menyajikan kreativitas mendesain modelKey Partnerpada perusahaan jasa perdaganganonlinedan ritel besar.Alexander Osterwalder dalam bukunya Business Model Generation menciptakan sebuah framework yang sederhana dan mudah dimengerti untuk menggambarkan bisnis kita yaitu Business Model Canvas. Model Bisnis Kanvas merupakan model bisnis yang dituang kedalam visual gambar dan dibagi menjadi 9 Aspek Bisnis yang meliputi  :
  1. Customer segments
  1. Value proposition
  1. Channel
  1. Customer relationship
  1. Revenue stream
  1. Key resource
  1. Key activities
  1. Key partners
  1. Cost
Model Bisnis KanvasModel bisnis digambarkan secara visual agar lebih mudah mengetahui keterkaitan aspek perusahaan. Selain itu dengan mewujudkan kedalam visual berarti bisa menyederhanakan aktivitas yang terlihat rumit. 
1 . Customer : Mengetahui Pelanggan AndaPelanggan merupakan alasan kenapa bisnis itu ada.  Dalam berbisnis kita harus tahu dengan persis siapa pelanggan kita.  Kita harus tahu segala detail mengenai pelanggan kita, berapa umurnya, alamatnya dimana, kapan kira kira akan membeli produk kita. Kadang kita salah kaprah dengan langsung memutuskan kepada siapa kita jual.Yang perlu diperhatikan mengenai pelanggan kita yaitu :
  • Pelanggan harus diperlakukan secara personal. Beda pelanggan beda perlakuan. 
  • Kadang pebisnis mendapatkan keuntungan yang  berbeda-beda dari pelanggan.
2. Value Provided : Apa yang Anda Tawarkan Dalam Bisnis ?Inilah hal utama yang anda tawarkan kepada pelanggan anda di atas. Bisnis barang atau Jasa apa yang anda tawarkan kepada pelanggan anda? Beberapa Value yang harus diberikan kepada pelanggan anda: Kenyamanan, Harga, Desain, Brand, Pengurangan biaya.Jika pelanggan memerlukan makanan, anda bisa membuka warung makan. Jika pelanggan ingin kaos yang unik maka anda bisa membuatkan jasa cetak kaos satuan.

3. Channels : Saluran DistribusiApapun bisnis yang anda putuskan, anda harus menentukan saluran penjualan, bagaimana cara agar produk/layanan anda sampai ke pelanggan anda. Ada pun alasan kenapa memilih jalur distribusi yaitu : Promosi, Menemukan pelanggan potensial, Meningkatkan pembelian,  Memberi nilai kepada pelanggan.Saluran distribusi banyak beraneka ragam. Ada yang melalui internet dan sosial media, telepon, mengantar langsung, Media konvensional seperti TV, Radio.

4. Customer Relationship : Seberapa dekat anda dengan pelanggan anda.Sebuah bisnis baru harus diketahui oleh calon pelanggan kita, karena itu kita perlu  dekat dengan pelanggan kita. Berbagai cara bisa anda lakukan, baik online maupun offline. Kegiatan offline adalah kegiatan yang bersifat fisik, misalnya mengadakan event atau gathering, membagikan brosur, memasang spanduk atau baliho di jalan.Kegiatan online adalah kegiatan favorit para pemula bisnis, karena budget yang relatif kecil bahkan seringkali gratis. bisa melalui blog dan sosial media. Sekarang ini lebih banyak menggunakan media online karena dengan biaya kecil bisa mendapatkan hasil yang besar.

5.  RevenueIni merupakan building block yang  penting. Para pelaku bisnis harus tahu alasan apa pelanggan membayar anda. apa yang anda berikan untuk mereka.Sejak awal, tentukan jenis-jenis pendapatan anda. Apakah anda akan membuat media online dan mendapatkan pendapatan dari iklan? Apakah anda akan membuat toko dan mendapat penghasilan dari volume penjualan? Apakah anda akan membuat perusahaan design lalu mendapatkan fee design? Putuskan dan tentukan target pendapatan per bulan.

6. Key PartnersSukses berbisnis tidak bisa sendirian, anda harus bekerjasama dengan yang lain. Baik itu investor, supplier, Distributor dan Seller kita.Menggandeng partner yang melengkapi kemampuan yang kita miliki akan meningkatkan peluang keberhasilan bisnis. Misalnya, anda sangat ahli membuat kaos yang bagus, cari partner yang bisa menjual kaos anda (marketing). Misalnya anda kenal distributor suatu produk yang lebih murah, cari partner yang bisa membuat website, untuk dijual online.Kolaborasi menjadikan kita lebih maju

7.  Key ActivitiesIni merupakan sesuatu yang harus dilakukan oleh perusahaan.  Meliputi :produksi yang berupa mendesain, membuat barang, pelayanan jasaSelling yang berupa promosi, iklan, mengedukasi pelanggan.Support yang berupa membantu penjualan, mempekerjakan orang,, reseller dll

8. Key ResourceSumber daya ini merupakan bahan bakar dalam berbisnis. Bisa berupa manusia, Barang dan bangunan, Finansial dan Intelektual.

9. CostSemua yang dilakukan memerlukan biaya, lakukan perhitungan secara seksama, lalu putuskan apakah rencana rencana bisnis anda menguntungkan?Mengetahui menguntungkan/tidaknya sebenarnya sederhana saja kok: apakah penghasilan anda lebih besar dari pengeluaran? Jika tidak berarti anda akan merugi dan bisnis ini tidak layak dijalankan.Setelah mengetahui beberapa aktivitas yang ada. segera saja buat kanvas bisnis mu sendiri. Cetaklah kedalam kertas yang besar lalu dikasih beberapa sticky note. Masukkan poin poin apa saja yang penting di masing masing aktivitas. Jangan berpikir sendirian ajaklah partner anda atau karyawan anda untuk memberi masukan kedalam kanvas bisnis bersama sama.

Salah satu contohnya adalah sebagai berikut :



Sumber :
1. http://nuragustinus.blogspot.com/
2. http://aguswibisono.com/